Pages

Sunday, June 30, 2019

Jokowi-Ma'ruf Harus Benahi Manajemen Pemerintahan

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Intelijen dan Pertahanan, Susaningtyas Kertopati alias Nuning mengatakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH, Ma'ruf Amin memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan dalam lima tahun kedepan setelah dilantik nanti.

"Utamanya dalam pembangunan nation building dan membenahi manajemen pemerintahan bila masih belum sempurna/betul," kata Nuning kepada INILAHCOM, Minggu (30/6/2019).

Menurut dia, mungkin diperlukan grand design dan konfigurasi baru agar Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mulus kedepan. Contohnya dalam menghadapi terorisme, narkoba dan korupsi harus terapkan pencegahan sebesar penanggulangan.

"Ada anti dan kontra yang harus diaksi," ujarnya.

Sedangkan, kata dia, dalam hal pertahanan tentu saat ini bangsa Indonesia patut bersyukur bahwa seluruh rangkaian pemilu 2019 telah berakhir dengan baik. Bahkan, dunia internasional juga memberi apresiasi yang tinggi.

"Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aparat negara TNI dan aparat pemerintah Polri serta seluruh masyarakat Indonesia," jelas dia.

Kemudian, Nuning mengatakan berkaitan tugas TNI maka keberhasilan dalam pengamanan pemilu masuk kategori tugas membantu pemerintah dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

"Tugas OMSP juga diemban oleh militer manapun di seluruh dunia. Perpres 37/2019 tentang jabatan fungsional TNI merupakan upaya pemerintah untuk menghargai keahlian dan ketrampilan prajurit TNI baik sebagai prajurit TNI maupun dalam bidang lainnya," tandasnya.[ris]

Let's block ads! (Why?)

https://nasional.inilah.com/read/detail/2533552/jokowi-maruf-harus-benahi-manajemen-pemerintahan

Turis Tak Mau Kelewatan Fenomena Frozen di Bromo

INILAHCOM, Probolinggo Turis lokal maupun mancanegara tampaknya tidak mau melewatkan fenomena frozen di Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Bahkan, ramai-ramai bertandang menyewa penginapan untuk beberapa malam di sekitar kawasan wisata setempat.

Jalur menuju puncak Bromo dari Desa Sukapura hingga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sempat macet. Titik kepadatan persisnya terjadi di kawasan Cemoro Lawang.

Jalur dari pintu Probolinggo ini dipadati kendaraan roda dua dan empat, tercatat turis lokal datang dari beberapa daerah diantaranya Jember, Surabaya dan Banyuwangi.

Sekadar diketahui, Cemoro Lawang merupakan salah satu jalur menuju ke Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger dan Semeru. Jalur ini terbilang paling favorit karena jalur terdekat menuju kawah Gunung Bromo.

Kawasan ini juga memiliki fasilitas pendukung paling lengkap diantara kawasan sekitar Bromo, yakni hotel restoran maupun home stay.

Sejatinya ada empat jalur menuju ke Gunung Bromo antara lain dari Malang melalui Desa Ngadas, dari Pasuruan melalui Tosari, dari Lumajang melalui Desa Burno dan dari Probolinggo melalui Desa Cemoro Lawang.

Salah satu pengunjung, Wida mengatakan menyempatkan diri datang bersama anak-anaknya khusus menyaksikan fenomena frozen. Ia mengaku seperti pengunjung lainnya juga sedang memanfaatkan libur sekolah.

"Saya 10 kali lebih mungkin datang ke Bromo. Tapi baru kali ini ada fenomena frozen," katanya.

Sejak fenomena frozen berlangsung, pengunjung Gunung Bromo meningkat empat kali lipat, terutama pada weekend ditambah musim libur sekolah. Wisatawan memilih datang pada waktu pagi untuk merasakan suhu di bawah nol hingga minus empat derajat celsius.

Sebelumnya, frost atau embun upas menyerupai es muncul di sejumlah titik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Hal itu disebabkan cuaca yang sangat dingin, bahkan menyentuh 0 derajat celsius.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan frost muncul di kawasan Ranupani atau di jalur pendakian menuju Puncak Gunung Semeru, Cemoro Lawang, Lautan Pasir Gunung Bromo, dan kawasan Bukit Penanjakan.

"Fenomena frost atau embun upas sudah dilaporkan teman-teman di lapangan, di Ranupani, Cemoro Lawang dan Penanjakan dilaporkan sudah ada fenomena itu," katanya.

Sarif menjelaskan frost pertama kali muncul di Ranupani pada 16 Juni 2019. Suhu di kawasan itu mencapai rata-rata dua hingga delapan derajat celcius.[beritajatim]

Let's block ads! (Why?)

https://nasional.inilah.com/read/detail/2533548/turis-tak-mau-kelewatan-fenomena-frozen-di-bromo