
INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan bisnis kebun dijadikan Para Wijayanto, pimpinan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) untuk mendatangi kelompoknya. Bisnis ini disebut menghasilkan keuntungan besar.
"Masih didalami tahapan pembangunan kekuatannya, kemudian sedang dikembangkan. Tahapan pembangunan kekuatan ini harus didukung oleh kemampuan ekonomi. Mereka juga sedang mengembangkan basic ekonomi mereka yaitu ada beberapa usaha yang mereka bangun, antara lain perkebunan untuk membiayai organisasi JI ini," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (2/7/2019).
Dari bisnis tersebut, Para Wijayanto bisa menggaji petinggi-petinggi JI yang direkrutnya sebesar Rp10-15 juta perbulan. Dia juga mendanai anggota-anggotanya berangkat ke Suriah untuk berlatih militer.
"Tentunya pejabat-pejabat di dalam struktur organisasi JI ini, ini juga digaji, besarannya Rp10-15 juta," ucap Dedi.
Para dibekuk pada Sabtu (29/6/2019) pukul 06.12 WIB di Hotel Adaya Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi. Dari sana buronan teroris sejak 2003 itu digelandang ke rumah kontrakannya di Perumahan Pesona Telaga, Jl. Telaga Indah, Cibinong pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB.
Dari rumah yang ditempati oleh lelaki kelahiran Subang tahun 1965 itu penyidik menyita sejumlah barang bukti, misalnya 10 buah senjata tajam hingga sejumlah buku, HP, dan handycam. [rok]
https://nasional.inilah.com/read/detail/2533840/polri-pimpinan-ji-cari-dana-lewat-bisnis-kebun
No comments:
Post a Comment