
INILAHCOM, Jakarta - Polri menyebut kelompok teroris yang sudah dilarang, Jamaah Islamiyah (JI) belum merencanakan serangan aksi teror. Diketahui, pimpinan JI, Para Wijayanto yang buron sejak tahun 2003 berhasil ditangkap.
"Saat ini jaringan JI ini memang terlihat belum akan melakukan rencana aksi terorisme di Indonesia. Tapi yang bersangkutan dengan kelompoknya saat ini sedang membangun kekuatan untuk membangun khilafah. Beda khilafah ISIS dengan JI," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/7/2019).
"Kalau ISIS khilafah-nya sudah terbukti, beberapa waktu baik di Suriah maupun di Irak. Kalau JI ini mereka akan membangun khususnya di Indonesia," sambung dia.
Dedi menjelaskan bahwa JI berencana membangun kekuatan militer dengan tujuan agar di suatu saat nanti bisa mengubah sistem Indonesia menjadi sistem Khilafah.
"Masyarakat bisa membayangkan kalau organisasi ini tumbuh besar dan memiliki kekuatan massa dan ekonomi, maka tinggal menunggu waktu saja, tidak tertutup kemungkinan cita-cita mereka untuk menjadikan Indonesia khilafah," jelas Dedi.
Para dibekuk pada Sabtu (29/6/2019) pukul 06.12 WIB di Hotel Adaya Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi. Dari sana buronan teroris sejak 2003 itu digelandang ke rumah kontrakannya di Perumahan Pesona Telaga, Jl. Telaga Indah, Cibinong pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB.
Dari rumah yang ditempati oleh lelaki kelahiran Subang tahun 1965 itu penyidik menyita sejumlah barang bukti, misalnya 10 buah senjata tajam hingga sejumlah buku, HP, dan handycam.
Selain Para, Istri dan 3 orang kepercayaannya juga ditangkap di lokasi yang berbeda. [adc]
https://nasional.inilah.com/read/detail/2533896/tangkap-pimpinan-ji-polri-belum-rencanakan-teror
No comments:
Post a Comment