Pages

Thursday, August 30, 2018

Keluar dari Middle Income Trap, Bappenas: RI Harus Punya Inovasi

JAKARTA, iNews.id – Indonesia diharapkan mampu keluar dari middle income trap dan menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2036. Tahapan selanjutnya atau di 2045, Indonesia ditargetkan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh dunia.

Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk mencapai target tersebut, ekonomi Indonesia harus tumbuh rata-rata 5,7 persen per tahun. “Hal ini tentu saja hanya akan terjadi apabila penguatan struktur ekonomi dan percepatan pertumbuhan berbasis inovasi telah dilakukan,” kata Bambang di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Karena itu, peranan iptek dan inovasi pada setiap tahapan pertumbuhan ekonomi nasional dibedakan sesuai fokus pembangunan pada periode yang bersangkutan. Pada tahap pertama 2016-2025, iptek dan inovasi difokuskan untuk proses perubahan struktur ekonomi ke arah yang lebih produktif.

Pada tahap kedua yaitu tahun 2025-2035, iptek dan inovasi dimanfaatkan sebagai penghela industri manufaktur melalui penciptaan produk-produk ekspor bernilai tambah tinggi. Terakhir, pada 2036-2045, iptek dan inovasi akan berperan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

”Pemerintah Indonesia merespons revolusi industri 4.0 secara baik melalui beberapa kebijakan yang terfokus pada peningkatan daya saing bangsa di tengah persaingan global. Dengan meningkatkan peran iptek, Indonesia akan memacu produktivitas dan secara langsung akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Setidaknya, terdapat delapan strategi untuk meningkatkan peranan iptek dan inovasi bagi pembangunan, pertumbuhan, dan produktivitas nasional dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan iptek dan inovasi di Kawasan Asia dan dunia yakni, pertama pembentukan sistem nasional iptek dan inovasi, serta inisiatif dana inovasi. Selanjutnya peningkatan kapasitas institusi dan pembibitan SDM iptek. Ketiga, pengembangan teknologi berbasis potensi kewilayahan dan budaya. Berikutnya, pengembangan penelitian sosiaI-humaniora untuk menunjang inovasi dan produktivitas di masyarakat.

Kelima, optimalisasi foreign direct investment (FDI) dan global value chain (GVC) sebagai sarana alih teknologi, serta keenam, pelembagaan Triple Helix. Ketujuh, pembangunan infrastruktur pendukung research and development (R&D) yang bernilai strategis, serta terakhir penciptaan ekosistem yang kondusif untuk menumbuhkan technopreneur dan startup.

Dari strategi-strategi yang disebutkan tersebut, Sistem Nasional Iptek dan Inovasi merupakan hal yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh suatu negara yang ingin tumbuh dengan berbasiskan pada Iptek dan Inovasi. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)sedang merancang Draf RUU Sisnas Iptek sebagai landasan pembangunan Iptek nasional di masa mendatang.

“Dengan adanya RUU Sisnas Iptek dan Inovasi sebagai payung hukum, pengembangan Iptek dan Inovasi dapat dilakukan secara lebih sistematis serta terintegrasi dengan aspek pendanaan,” ujar dia.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

https://www.inews.id/finance/read/230857/keluar-dari-middle-income-trap-bappenas-ri-harus-punya-inovasi

No comments:

Post a Comment